Soe, 29 Juni 2014
Aku menahan air mata saat merangkai kata ini
Hanya ingin menyimpan dengan cara yang mudah dikenang dengan baik
Hati ku sudah ikhlas menerima semua
Karena aku mengerti sebagian pedih ini milik ku
Terima Kasih telah membagi suka duka selama ini
Menyesal karena tidak ada hal yang bisa membuat ku tersenyum saat mengingat mu
Ini mungkin akan menjadi bumbu untuk melupakan mu selamanya
Semoga kau bahagia
Maaf beberapa barang mu aku simpan
Tak mungkin aku buang
Seperti kata mu
Pakailah sampai rusak
Sungguh aku menghapus air mata untuk kesekian kalinya untuk mu
Sudah cukup
Sudah saatnya aku membahagiakan diri ku
Semoga kamu juga
Minggu, 29 Juni 2014
Kamis, 26 Juni 2014
KETAHUAN AKU BEGO
Jujur, aku ingin memaki diriku sendiri, seperti; 'anjing kamu!'.. memaki hingga aku malu sendiri. Anjrett... tertipu lagi untuk kesekian kali. Dalam sekali jetek, aku tertipu lagi. Bego amat aku, sampai sudah segede ieee.. masih saja bego dalam urusan cinta. Sungguh amat idiot... huuufffttt, sungguh amarah ini seperti kepulan asap-asap rokok. Membludar seperti lekukan-lekukan awan jika sedang cerah diatas langit sana. Arrrgggg.. aku ingin teriak biar seantero dunia tahu aku bego. Tapi untuk apa. Sia-sia. Hanya mempermalukan diri sendiri. Haha.. seperti kata mama ku yang super jaim itu. Haaa.... aku hanya ingin kekesalanku terlampiaskan pada sesuatu.
Tapi dari moment 'ketahuan aku bego ini' aku semakin mengenal diriku sendiri. Aku semakin mengetahui kekurangan dan kelebihan ku sendiri. Aku yang awalnya kecut hati dan jauh dari yang namanya 'mencintai diri sendiri' kini mulai memikirkan untuk mulai serius dengan hidup ku sendiri tanpa melibatkan pihak asing. Aku yang dulunya sulit memikirkan diriku sendiri, (selain jika tentang mimpi-mimpiku)... kini seperti mendapatkan dorongan untuk membenahi diri yang penuh dengan harta yang tak mampu dihitung dengan mesin apa pun didunia.
Perlakuannya menyakitkan. Jika diingat kembali, seperti ingin menyumpahi dia hingga segera mendapatkan karma. Tapi untuk apa semua itu. Tuhan tidak buta. Ini juga bagian dari pilihan yang pernah aku ambil. Dia merupakan bagian dari selera ku. Ya, jika pura-pura tak tahu, sama saja seperti aku menghina selera atau pandangan ku akan sesuatu. Ini bukan diri ku. Aku selalu ingin menghargai apa pun itu, meski kadang aku memang keliru. Hehe.. aku sudah mengakuinya kok : ) dan dia akan terus menghantuiku dalam banyang-bayang yang aku sebut sebagai masa lalu. Tapi seperti maknanya, masalalu selalu ada dibelakang... tidak akan pernah maju selangkah pun jika kita berani berkata; maaf... kamu hanya masa lalu.
Besok selalu membawa hal baru. Seperti misteri yang sulit dipecahkan. Namun aku selalu percaya, selama hidup ku masih dibawa kendalinya Tuhan. Semua akan baik-baik saja. Buktinya kini, aku sudah mampu berdamai dengan diri ku sendiri, sudah bisa menerima kegagalan ku kali ini. Kali ini tidak perlu harus membuktikan siapa salah, siapa benar. Yang terpenting bagiku sekarang, aku benar-benar menemukan jati diri ku. Aku bahagia mengalaminya.
Ya.. mungkin kamu akan bangga dalam hati bahwa aku kehilangan kamu karena kamu yang memutuskan aku. Hehehe... ya mungkin, mungkin seperti itu. Namun ingat satu hal, tentang kamu itu hanya dalam konteks masa lalu dan hal ini tidak mengganggu ku sama sekali karena kamu bukan lagi prioritas ku kini.
Terima kasih telah membantu ku keluar dari hidup mu
Terima kasih juga karena kamu tidak begitu serius mencintai ku
Terima kasih lagi karena apabila kamu masih mempertahankan ku
Aku mungkin tidak akan seperti sekarang
Sekali lagi terima kasih telah menyadarkan aku
Bahwa kamu itu tidak sebegitu berartinya untuk diperjuangkan
Meski sakit karena sia-sia mempertahankan dan memperjuangkanmu dulu
Kini benar-benar lega karena aku sudah melepasmu dari hati
#singkatcurahanhatiku
Soe, 27 Juni 2014
Jumat, 06 Juni 2014
TIPS MEMBANGUN HUBUNGAN CINTA
Soe, 06 Juni 2014
Saya pernah membaca sebuah Firman Tuhan yang menuliskan tentang hal berpacaran, ayat itu terdapat didalam Yeremia 13:21. Berbunyi; "Apakah yang kaukatakan, apabila diangkat menjadi kepalamu orang-orang yang kauperlakukan sebagai pacar? Bukankah kesakitan akan menyergap engkau seperti halnya seorang perempuan yang melahirkan?".
Saya pernah membaca sebuah Firman Tuhan yang menuliskan tentang hal berpacaran, ayat itu terdapat didalam Yeremia 13:21. Berbunyi; "Apakah yang kaukatakan, apabila diangkat menjadi kepalamu orang-orang yang kauperlakukan sebagai pacar? Bukankah kesakitan akan menyergap engkau seperti halnya seorang perempuan yang melahirkan?".
Jika merenungkan Firman ini dan merefleksikannya dalam pengalaman hidup kita sebagai orang-orang muda, maka mungkin teman-teman yang membaca akan sependapat dengan saya bahwa Firman ini sangat benar. Dari pengalaman hidup, kita akan menemui banyak versi cerita tentang hubungan percintaan yang biasa kita sebut dengan berpacaran. Menurut saya berpacaran merupakan sebuah hubungan special antara dua orang anak manusia yang masih muda yang berbeda gender, yang saling mengasihi dan mau memiliki komitmen jangka panjang untuk masa depan. Berpacaran dikhususkan bagi seseorang yang sudah dikatakan dewasa, secara fisik maupun psikis. Namun pada zaman sekarang, anak-anak SD saja sudah mengenal berpacaran. Saya sungguh tidak mengerti dengan fenomena ini. Yang saya fikir, perkembangan zaman sudah mencemari makna sesungguhnya dari membangun hubungan special (dekat) atau yang biasa disebut 'pacaran'.
Berikut ada beberapa tips yang merupakan pengalaman hidup saya dalam membangun hubungan special:
1) Jangan pernah melupakan Tuhan dalam segala perencanaan. Beritahukanlah Tuhan tentang perasaanmu... Libatkan Tuhan dalam mengambil keputusan karena ini akan sangat membantumu kedepan. Jangan karena sedang susah saja, kamu mengingat Tuhan. Saat kamu bahagia, Tuhan menjadi nomer sekian.
2) Jangan pernah menilai seseorang hanya dari chassingnya saja. Kenalilah dia dengan baik selayaknya kamu juga ingin dikenal dan diterima. Sebab Tuhan mengajarkan kita untuk melihat seseorang bukan dari tampak luarnya melainkan dari hatinya.
3) Sebelum mengasihi orang lain, kasihilah dirimu sendiri. Karena dengan mengasihi diri sendiri akan membuka cakrawala berpikir kita tentang inti dari pada kebutuhan manusia pada umumnya. Bahwa setiap manusia itu memiliki hak sepenuhnya atas hidupnya, memiliki hak untuk dihargai, dikasihi dengan tulus, diterima, diberi perhatian dan pengertian, merasa menjadi manusia merdeka yang mampu menghasilkan karya bagi sesama. Hal ini juga membantu kita untuk terhindar dari sikap-sikap negatif, seperti egois dll.
4) Ketika kita mengasihi seseorang maka kita jangan hanya mengasihi satu orang itu saja. Ketahuilah bahwa sebelum kalian bertemu, ia juga memiliki kehidupannya sendiri. Ia pasti memiliki keluarga, sahabat dan mungkin mantan pacar. Penerimaan dan kasih yang tulus kita diuji disini. Apakah kita mampu menerima dia apa adanya. Untuk keluarga dan sahabatnya, jadikanlah mereka keluarga dan juga sahabatmu. Samakan rasa sayang itu juga kepada keluarga dan sahabatnya. Meski awalnya agak kaku, namun nikmatilah kebersamaan dan belajarlah dari mereka sebab terkadang ketika kita mendapatkan teman baru, kita akan mendapatkan banyak berkat. Bukan materi yang dimaksud melainkan berkat pengalaman hidup yang mampu menjadi pegangan bagi kita kedepan. Dan untuk mantan pacarnya, hemmm saya sih pernah cemburu dengan mantan pacar dari pacar saya, namun saya menyadari bahwa hal ini terlalu konyol. Saya pun mengubah alur berpikir saya bahwa setiap kita yang pernah berpacaran, pasti memiliki mantan pacar. Kita pun juga pasti memiliki kenangan indah sekaligus kenangan yang mungkin tidak ingin diingat lagi. Namun itulah pengertian dari masalalu bahwa, masalalu cukup berada dibelakang. Tidak perlu dibawa-bawa lagi dalam kehidupan yang baru.
5) Kehidupan nyata sangat berbeda dengan yang terjadi pada film-film romantis yang sering saya tonton. Diawal berpacaran, kita sering menemui keindahan bak melihat hasil foto pemandangan alam dari fotografer-fotografer profesional. Namun jika sudah lama hubungan itu berjalan, aslinya sering nampak. Pasti akan ada kekecewaan dan merasa kurang pas dalam hati. Namun kita akan bilang, hmmm sudah terlajur sayang makanya sulit untuk berpisah. Sobat, kehidupan nyata memang selalu jauh dari impian atau khayalan kita. Namun kita harus terus hidup, bertumbuh dan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari hari ke hari. Jika dalam membangun hubungan, biasanya si pria yang sering maju mundur membuat para wanita merasa kecewa, mengapa hari ini baik, mengapa besok tidak. ketahuilah bahwa diri kita sangat pantas untuk dihargai. Mungkin kita harus menghargai diri kita terlebih dahulu sebelum orang lain melakukanya. Cinta memiliki banyak rasa...bukan hanya ada romantis, indah dan manis. Rasa hampa pun sering terjadi dalam cinta. Itu pun sebenarnya menyadarkan kita untuk kembali mengingat diri kita sendiri bahwa kita sudah tidak lagi mengasihi diri kita sendiri. Mungkin kita terlalu terfokus pada si pria dan kita lupa segalanya. Semua perempuan mungkin merasakan hal yang sama. Karena dari sononya kita sudah diciptakan seperti ini. Namun ingatlah bahwa untuk mencintai pun tidak perlu harus memiliki. Pada akhirnya cinta akan menemukan tempat untuk berlabuh. Tenang-tenang saja... yang terpenting adalah ketika kamu mencintai seseorang, lakukanlah yang terbaik baginya. Itu saja sudah cukup untuk membuatmu merasa bahwa mengasihi (Mencintai) itu indah.
6) Berpikir sebelum bertindak harus ditanamkan didalam kepala otak kita jika ingin berpacaran. Mengapa? karena didalam berpacaran terlalu banyak peluang untuk melakukan kebaikan atau keburukan. Semua memang kembali kepada masing-masing pribadi namun jika tidak ada kewaspadaan, maka yang terjadi adalah keblablasan. Cobalah diskusikanlah tentang prinsip-prinsip hidup kalian yang bukan saja baik tetapi yang benar dimata Tuhan. karena jika tolak ukur berpikir kalian berdasarkan pemikiran Tuhan, maka akan sangat menolong pribadi masing-masing kalian untuk semakin mengasihi dalam Cinta yang benar dan bukan hanya kasmaran. Ingatlah bahwa asmara itu sangat berbeda dengan cinta. Pikirkanlah seribu langkah kedepan dan setiap akibat dari setiap keputusan yang kita ambil dan belajarlah dari pengalaman-pengalaman hidup orang lain yang telah mendahului kita dalam soal membangun hubungan berpacaran. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.
7) Ingatlah bahwa kita tidak ada dimuka bumi dengan sendirinya. Keluarga adalah bagian vital yang tidak akan mungkin dihapus dalam kehidupan kita. Seperti point nomer dua diatas, tidaklah mungkin jika kita mampu mengasihi orang lain tanpa mengasihi diri kita sendiri. Begitu pula keluarga kita, gunakanlah sebaik-baiknya kebersamaan dengan keluarga. karena suatu waktu kita akan membangun kehidupan sendiri bersama pasangan kita. Hargailah mereka agar kelak pasanganmu juga dapat menghargai keluargamu.
8) Cinta kadang menjadi semangat namun cenderung melemahkan kita. Jika kita menjadikan cinta adalah segalanya maka yang ada kita hanya akan dilemahkan. Maka jangan menjadikan cinta adalah segala. Bukalah matamu dan melihat bahwa dunia ini terlalu luas untuk ketahui. Galilah potensi diri, kejarlah mimpi-mimpi itu, selesaikan studi mu dan tentukanlah dibidang apa kamu ingin bekerja. Bangunlah dirimu seperti ini agar kelak para pria tidak memandang sebelah mata padamu.
Bersambung...
Berikut ada beberapa tips yang merupakan pengalaman hidup saya dalam membangun hubungan special:
1) Jangan pernah melupakan Tuhan dalam segala perencanaan. Beritahukanlah Tuhan tentang perasaanmu... Libatkan Tuhan dalam mengambil keputusan karena ini akan sangat membantumu kedepan. Jangan karena sedang susah saja, kamu mengingat Tuhan. Saat kamu bahagia, Tuhan menjadi nomer sekian.
2) Jangan pernah menilai seseorang hanya dari chassingnya saja. Kenalilah dia dengan baik selayaknya kamu juga ingin dikenal dan diterima. Sebab Tuhan mengajarkan kita untuk melihat seseorang bukan dari tampak luarnya melainkan dari hatinya.
3) Sebelum mengasihi orang lain, kasihilah dirimu sendiri. Karena dengan mengasihi diri sendiri akan membuka cakrawala berpikir kita tentang inti dari pada kebutuhan manusia pada umumnya. Bahwa setiap manusia itu memiliki hak sepenuhnya atas hidupnya, memiliki hak untuk dihargai, dikasihi dengan tulus, diterima, diberi perhatian dan pengertian, merasa menjadi manusia merdeka yang mampu menghasilkan karya bagi sesama. Hal ini juga membantu kita untuk terhindar dari sikap-sikap negatif, seperti egois dll.
4) Ketika kita mengasihi seseorang maka kita jangan hanya mengasihi satu orang itu saja. Ketahuilah bahwa sebelum kalian bertemu, ia juga memiliki kehidupannya sendiri. Ia pasti memiliki keluarga, sahabat dan mungkin mantan pacar. Penerimaan dan kasih yang tulus kita diuji disini. Apakah kita mampu menerima dia apa adanya. Untuk keluarga dan sahabatnya, jadikanlah mereka keluarga dan juga sahabatmu. Samakan rasa sayang itu juga kepada keluarga dan sahabatnya. Meski awalnya agak kaku, namun nikmatilah kebersamaan dan belajarlah dari mereka sebab terkadang ketika kita mendapatkan teman baru, kita akan mendapatkan banyak berkat. Bukan materi yang dimaksud melainkan berkat pengalaman hidup yang mampu menjadi pegangan bagi kita kedepan. Dan untuk mantan pacarnya, hemmm saya sih pernah cemburu dengan mantan pacar dari pacar saya, namun saya menyadari bahwa hal ini terlalu konyol. Saya pun mengubah alur berpikir saya bahwa setiap kita yang pernah berpacaran, pasti memiliki mantan pacar. Kita pun juga pasti memiliki kenangan indah sekaligus kenangan yang mungkin tidak ingin diingat lagi. Namun itulah pengertian dari masalalu bahwa, masalalu cukup berada dibelakang. Tidak perlu dibawa-bawa lagi dalam kehidupan yang baru.
5) Kehidupan nyata sangat berbeda dengan yang terjadi pada film-film romantis yang sering saya tonton. Diawal berpacaran, kita sering menemui keindahan bak melihat hasil foto pemandangan alam dari fotografer-fotografer profesional. Namun jika sudah lama hubungan itu berjalan, aslinya sering nampak. Pasti akan ada kekecewaan dan merasa kurang pas dalam hati. Namun kita akan bilang, hmmm sudah terlajur sayang makanya sulit untuk berpisah. Sobat, kehidupan nyata memang selalu jauh dari impian atau khayalan kita. Namun kita harus terus hidup, bertumbuh dan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari hari ke hari. Jika dalam membangun hubungan, biasanya si pria yang sering maju mundur membuat para wanita merasa kecewa, mengapa hari ini baik, mengapa besok tidak. ketahuilah bahwa diri kita sangat pantas untuk dihargai. Mungkin kita harus menghargai diri kita terlebih dahulu sebelum orang lain melakukanya. Cinta memiliki banyak rasa...bukan hanya ada romantis, indah dan manis. Rasa hampa pun sering terjadi dalam cinta. Itu pun sebenarnya menyadarkan kita untuk kembali mengingat diri kita sendiri bahwa kita sudah tidak lagi mengasihi diri kita sendiri. Mungkin kita terlalu terfokus pada si pria dan kita lupa segalanya. Semua perempuan mungkin merasakan hal yang sama. Karena dari sononya kita sudah diciptakan seperti ini. Namun ingatlah bahwa untuk mencintai pun tidak perlu harus memiliki. Pada akhirnya cinta akan menemukan tempat untuk berlabuh. Tenang-tenang saja... yang terpenting adalah ketika kamu mencintai seseorang, lakukanlah yang terbaik baginya. Itu saja sudah cukup untuk membuatmu merasa bahwa mengasihi (Mencintai) itu indah.
6) Berpikir sebelum bertindak harus ditanamkan didalam kepala otak kita jika ingin berpacaran. Mengapa? karena didalam berpacaran terlalu banyak peluang untuk melakukan kebaikan atau keburukan. Semua memang kembali kepada masing-masing pribadi namun jika tidak ada kewaspadaan, maka yang terjadi adalah keblablasan. Cobalah diskusikanlah tentang prinsip-prinsip hidup kalian yang bukan saja baik tetapi yang benar dimata Tuhan. karena jika tolak ukur berpikir kalian berdasarkan pemikiran Tuhan, maka akan sangat menolong pribadi masing-masing kalian untuk semakin mengasihi dalam Cinta yang benar dan bukan hanya kasmaran. Ingatlah bahwa asmara itu sangat berbeda dengan cinta. Pikirkanlah seribu langkah kedepan dan setiap akibat dari setiap keputusan yang kita ambil dan belajarlah dari pengalaman-pengalaman hidup orang lain yang telah mendahului kita dalam soal membangun hubungan berpacaran. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.
7) Ingatlah bahwa kita tidak ada dimuka bumi dengan sendirinya. Keluarga adalah bagian vital yang tidak akan mungkin dihapus dalam kehidupan kita. Seperti point nomer dua diatas, tidaklah mungkin jika kita mampu mengasihi orang lain tanpa mengasihi diri kita sendiri. Begitu pula keluarga kita, gunakanlah sebaik-baiknya kebersamaan dengan keluarga. karena suatu waktu kita akan membangun kehidupan sendiri bersama pasangan kita. Hargailah mereka agar kelak pasanganmu juga dapat menghargai keluargamu.
8) Cinta kadang menjadi semangat namun cenderung melemahkan kita. Jika kita menjadikan cinta adalah segalanya maka yang ada kita hanya akan dilemahkan. Maka jangan menjadikan cinta adalah segala. Bukalah matamu dan melihat bahwa dunia ini terlalu luas untuk ketahui. Galilah potensi diri, kejarlah mimpi-mimpi itu, selesaikan studi mu dan tentukanlah dibidang apa kamu ingin bekerja. Bangunlah dirimu seperti ini agar kelak para pria tidak memandang sebelah mata padamu.
Bersambung...
Jumat, 30 Mei 2014
MAJESTY POEMS
(Kiriman Puisi dari Maryo P.E. Lopo)
Cinta itu ibarat mentari
Selalu ditunggu kehadirannya oleh semua makhluk hidup
Saat pagi mentari bersinar
Sejuk ditemani embun dan nyanyian burung
Menandakan mulainya hari baru
Saat siang
Mentari berubah
Ia berubah menjadi merah membakar jiwa
Ia menghilang kesejukan yang ditampakannya tadi pagi
Hingga kadang ia menjadi murka dan tidak bersahabat lagi
Apa yang harus kita lakukan padanya?
Memaki
Mengutuk
Atau mungkin kita ingin ia segera lenyap dari dunia
Hanya karena Ia begitu panas
Itu semua sia-sia
Ia akan tetap ada
Dan 'tak akan beranjak sampai kapan pun
Yang harus kita lakukan adalah
Sabar
Tenang
Setia menunggu datangnya senja
Diwaktu ini mentari berubah menjadi sosok yang lembut dan romantis
Yang membelai kita dalam suasana penuh damai
Hingga kita akan lupa bahwa siang tadi panasnya begitu membakar
(Nih kata-kata buat qtg syg, simpan e. Love u Gumuk)
Diterima @08:34 a.m
SoE, 31 Mei 2014
SoE, 31 Mei 2014
Kamis, 29 Mei 2014
PESAN SINGKAT BERISI PUISI CINTA DARI KEKASIH (2)
Kita ada dalam putaran waktu
Dalam perjalanan era atau masa
Setiap detik... menit dan jam
Berjalan dalam arah yang sama
Aku pun ingin kita seperti itu
Berjalan bersama selamanya
Sebab apalah arti semua
Tanpa kau disini
Tanpa kau disini
Kau yang selalu memeluk ku dengan ketulusan
Memberi dekapan hangat dari dinginnya dunia
Kau yang selalu memeluk ku dengan erat
Kau beri Cinta dan Kesetiaan
Ku tahu kau datang untuk ku
Kau bagi bahagia samarkan pedihku
Kau bagi bahagia samarkan pedihku
Tak sekedar ,mengisi kekosongan waktu
Kau satu yang aku dapatkan untuk hati
Tercipta untuk berbagi
Aku yakin itu kamu pemilik hati ku
Aku yakin itu kamu pemilik hati ku
Selalu ingin terucap syukur kepada Tuhan
Karena begitu banyak berkat saat memiliki mu
Karena begitu banyak berkat saat memiliki mu
Kini nama kita telah terukir diruang waktu
Aku berharap
Kita selamanya bersama
Melewati setiap badai hidup dengan Kesetiaan Cinta
Love you Win Pn
(Love u too Maryo)
(Love u too Maryo)
By Philipi Maryo
Diterima:@07:33 a.m
30 MEI 2014
30 MEI 2014
Selasa, 27 Mei 2014
MEMULAI YANG BARU DENGAN YANG LAMA
Kekacauan kemarin ternyata membawa ku keluar dari rumah dan menemukan aku sendiri
Dan disana aku melihat bintang diatas gereja dari sudut tergelap dalam hidup ku
Aku melihat begitu sepi hanya suara malam dan sahabat-sahabatnya yang menemani
Aku enggan membuka diri kepada mereka
Meski ku lihat dengan mata telanjang mereka bergelantungan diatas pepohanan
Tidak ada ketakutan yang menyergap
Seperti berani seketika dalam terowongan waktu yang sesak
Aku duduk berair mata kesedihan
Mengapa hati ku begitu halus untuk seorang perempuan
Tidak mampukah aku lebih tegar dari batu karang
Aku mungkin hanya lelah dengan semua
Dengan kemunafikan yang berselubung wewangian
Seperti manisan
Manisan asam rasanya
Awalnya manis diujung lidah tapi masam dikerongkongan
Tapi malam itu memori manis kembali terkuak
Aku beranjak karena hari semakin larut dan dingin
Aku bergumam bagaimana nanti aku akan melebarkan senyum ku lagi
Lalu kaki ku berjalan pulang berharap aku akan bersembunyi didalam selimut
Tapi ternyata ada dua Puluh Lima menunggu ku didepan rumah ku
Kemeja putih dan sambil mengepul asap rokok
Aku berusaha menahan emosi yang masih tersimpan sedari tadi
Sebenarnya tidak berharap bertemu
Tapi ternyata dia masih sama
Menunggu ku dan masih egois
Aku mengulurkan tangan ku
Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Dua Puluh Lima
Sesaat aku melupakan peluh dihati tentang yang lama diantara aku dan Dua Puluh Lima
Sebab yang baru saja terjadi lebih melelahkan hati dibanding semua kelelahan dengannya
Aku berdiri dan ternyata air mata seakan menjelaskan hati ku
Meleleh bukan karena dia masih berdiri menunggu kepulangan ku
Meleleh karena mengapa aku begitu berbeda dari pada yang lain
Mengapa aku tidak mampu mengikuti arus
Aku selalu melawan arus
Aku sulit diajak menjilat
Aku lebih baik mati
Dari pada menjadi boneka mereka
Lalu Dua Puluh Lima dan aku tenggelam dalam percakapan di trotoar depan rumah ku
Aku melihat dijung matanya terselip setetes basah yang ku tahu itu air mata
Aku mendengar
Aku masih sayang kamu
Aku tertawa
Aku tak percaya
Kebohongan apa lagi darinya
Aku terdiam dan aku mengingat
Banyak hal yang membuat ku pedih jika mengingat dia
Ingin melupakan
Tapi terlalu lama Ia menjagai hati
Malam itu kami telusuri beberapa blok dari rumah
Tidak jauh
Hanya seputaran
Kami melihat kabut dan tubuh mengigil karena dingin
Hati ku tiba-tiba menjadi hangat
Ternyata rasa itu masih ada
Hanya saja
Luka itu terlalu membekas
Entah kapan akan sembuh
Malam itu aku tumpahkan kebencian dalam beberapa tamparan
Aku marah karena menunggu terlalu lama
Untuk datang dan menjelaskan segalanya
Aku menunggu karena masih sayang
Namun Ia malah asyik menjalani hidupnya
Bangsat
Itu yang aku katakan
Aku menampar namun setelahnya aku memeluk
Aku melepaskan segala kebencian malam itu
Kami menangis
Dan Ia menyesali segalanya
Dan seperti hanya aku tempatnya kembali
Kadang aku merasa aku mungkin ditipu lagi
Namun kali ini
Harapanku tidak begitu sama lagi
Ya
Aku kembali memulai yang baru dengan yang lama
Dengan Dua Puluh Lima ku yang selalu aku sayang
Dan masih aku sayang sampai hari ini
Semoga kamu berubah Dua Puluh Lima ku
Seperti yang seharusnya Cinta itu berjalan
Aku masih sama seperti dulu
Sama seperti Dua Puluh Lima mu
***
Diselesaikan pada tanggal;
Soe, 28 Mei 2014
Sabtu, 24 Mei 2014
AKU MENULIS PUISI LAGI
Soe, 24 Mei 2014
(8:26 p.m)
Aku memikirkan hal ini...
Pandanglah sekeliling mu
Ketika hati mu merasa kecil
Pantaskah hati mu mengasihani diri sendiri
Ketika orang lain mengalami masa-masa yang lebih berat dari mu
Patutkah wajah mu tertunduk
Sementara nafas mu masih berhembus
Siapakah diri mu
Hingga Tuhan terus mengasihi mu
Atas dasar apa kau terus marah
Dalam hati mengumpat bahasa menuduh
Mengapa jika hari ini hidup mu biasa-biasa saja
Ada apa jika hal ini yang terjadi
Untuk apa kau peduli tatapan sinis
Tidak semua orang memahami apa yang kita hadapi
Cukup hati mu tahu
Bagaimana indahnya apa adanya
Tidak perlu kau iri
Jika masih ada waktu jalan masih panjang
Cukuplah kau mehami
Agar kelak kau tak lupa dari mana asal mu
Lihatlah besok
Pasti matahari akan bersinar meski kadang mendung menghalanginya
Begitu juga dengan pengharapan
Berjalannya waktu semua tak kan sama lagi
Percayalah...
Aku mengalaminya...
Pandanglah sekeliling mu
Ketika hati mu merasa kecil
Pantaskah hati mu mengasihani diri sendiri
Ketika orang lain mengalami masa-masa yang lebih berat dari mu
Patutkah wajah mu tertunduk
Sementara nafas mu masih berhembus
Siapakah diri mu
Hingga Tuhan terus mengasihi mu
Atas dasar apa kau terus marah
Dalam hati mengumpat bahasa menuduh
Mengapa jika hari ini hidup mu biasa-biasa saja
Ada apa jika hal ini yang terjadi
Untuk apa kau peduli tatapan sinis
Tidak semua orang memahami apa yang kita hadapi
Cukup hati mu tahu
Bagaimana indahnya apa adanya
Tidak perlu kau iri
Jika masih ada waktu jalan masih panjang
Cukuplah kau mehami
Agar kelak kau tak lupa dari mana asal mu
Lihatlah besok
Pasti matahari akan bersinar meski kadang mendung menghalanginya
Begitu juga dengan pengharapan
Berjalannya waktu semua tak kan sama lagi
Percayalah...
Aku mengalaminya...
***
Jumat, 23 Mei 2014
GERAK JALAN SEPERTI MINIATUR KEHIDUPAN
Kupang, 16 Agustus 2012
(pukul 2:04 p.m)
Masih teringat dengan jelas bagaimana hiruk pikuknya alun-alun kota soe kemarin siang. Banyak orang berdiri mondar-mandir mempersiapkan regunya masing-masing. Yuppzzz...kemarin adalah hari dimana aku mengikuti lomba gerak jalan yang diselenggarakan oleh Pemda TTS dalam menyongsong HUT RI yang ke 67. Banyak regu yang telah hadir dan tersebar dengan berbagai macam kostum olahraganya. Regu yang ku ikuti kemarin merupakan jagoan sekolahnya mama, tempat mama ku mengabdi sebagai guru. Sebenarnya beliau bisa saja ambil bagian, namun beliau tidak begitu tertarik.
Sekitar dua ratus regu yang akan mengikuti perlombaan. Nomer regu kami adalah sepuluh maka barisan kami sudah harus dipersiapkan dipaling depan. Sekitar pukul tiga siang saat itu, alun-alun kota ku berubah menjadi lautan manusia dengan kostum olah raga dengan berbagai macam model. Kami menggunakan kostum olah raga berwarna merah bercampur putih serta biru dongker dan aku merupakan anggota regu yang paling muda. Meski paling muda aku tetap was-was dengan kemapuan ku. Bagaimana tidak, berat badan ku telah mencapai 80Kg dan hampir tiga tahun terakhir ini aku tidak pernah berolah raga. Wajar saja hampir semalaman aku tidak bisa tidur karena takut pingsan, sedikit menggelikan tapi begitulah yang terjadi.
Ketika nomer sembilan dipersilahkan berdiri digaris start, aku sepertinya gugup. Jika teringat kembali aku lupa bagaimana rasanya namun yang teringat sudah lama aku tidak berdiri didepan orang banyak. Rasa malu dan was-was bercampur aduk menjadi satu. Huffttt....aku menghela napas dalam-dalam dan berharap hanya satu hal dalam hati; "semoga aku tidak pingsan, Tuhan!!".
Nomer sepuluh telah dipanggil, kami semua langsung berbaris didepan garis start. Mau tahu, pemimpin regu kami sebenarnya adalah salah seorang guru olah raga, teman guru mama ku. Namun tiba-tiba ada sedikit perubahan, ibu kepala sekolah mama ku yang langsung turun tangan sendiri memimpin kami didalam barisan. Melihat postur tubuh beliau membuat ku sedikit bersemangat dan melepas was-was didalam hati. Dalam hati aku berkata; "ada temenn nehhh, kaloo ibu itu bisa, aku pasti bisa sampai garis finis. Soale badannya lebih tambun sihhh dari aku!!".
" Langkah tegap majuuuuuuu..jalannnn..kiri, kiri, kiri kanan kiri, kiri, kiri, kiri kanan kiri.....!!" Regu kami pun dilepas dari garis start alun-alun kota. Rute perjalanan kami hanya seputaran dalam kota dan memiliki jarak 9 KM. Di kilo meter pertama atau mungkin ke dua, aku tidak merasakan apa-apa seperti sedang berjalan santai, sore-sore plus mataharinya yang masih beria-ria diatas langit sana. Saya melihat kiri-kanan banyak masyarakat yang menonton perlombaan ini. Di kilo meter pertama beberapa regu dibelakang kami mulai merndahului kami. Terdengar suara kasak-kusuk dari dalam barisan kami. Bapak Ibu guru (teman-teman mama ku) ternyata mulai terusik dengan kejadian tersebut. Terdengar sayup-sayup, ada yang mengatakan bahwa langkah kami sangat lambat. Aku merasa lucu, sekilas aku teringat dengan kenangan waktu SMP dulu dimana aku menjadi pemimpin regu. Ternyata tidak gampang menjadi pemimpin. Aku pun terpacu dalam hati, sebenarnya aku mampu hanya saja???...tittt!! Perenungan ku berhenti ketika sudah sampai seperempat perjalanan (itu perkiraan ku). Perut ku tiba-tiba keroncongan, oooouuhggggg...emang tadi aku sengaja tidak makan siang karena takut tidak bisa jalan karena kekenyangan. Dan aku mulai menarik napas dalam-dalam mencoba menahan sakit didalam lambung ku, asamnya mulai naik ke tenggorokan dan feeling ku, aku ingin muntah. Aku terus mencoba mengendalikan pikiran ku, memainkan jari-jari kaki ku agar sedikit rileks.
Aku pun berhasil mencapai seperlima perjalanan (ini hanya prediksi ku saja). Banyak masyarakat yang keluar rumah dan menonton dipinggiran trotoar. Maklum kota ku kecil dan haus akan hiburan. Gerak jalan sudah menjadi tradisi yang mengeyangkan kami disaat hari-hari penting seperti ini. Beberapa ibu-ibu yang menonton, mengenali beberapa teman-teman mama ku, meneriaki dan mencandai dengan suara-suara yang seru. Aku selalu tertawa manis. Selalu ada hal yang ku tertawakan entah dari respon masyarakat yang menonton atau dari mimik wajah peserta setiap regu yang kulihat. Wajar saja mereka adalah orang-orang tua, apalagi jarang berolah raga. Ada yang sudah berjalan tergopong-gopong dengan langkah yang sudah tak serentak lagi dengan regu mereka. Dalam hati pasti sangat kelelahan namun karena sedang berada dalam barisan maka mereka mencoba tenang dan berusaha mencapai finis. Banyak anak-anak yang mengenali ibu-ibu guru mereka yang sedang berada dalam barisan bersama ku. Ada yang berteriak; "semangat ibu, ayo..ayo!!", dan lebih banyak didominasi oleh suara hiruk-pikuk klakson serta suara deru motor dan mobil yang juga tidak mau kalah dengan kami yang sedang mengikuti perlombaan gerak jalan.
Jalanan kota ku begitu ramai, rasa malu melihat orang banyak pun menjadi minus. Namun kali ini berganti dengan puncak kelelahan ku. Kaki ku mulai terasa terbakar dalam sepatu. Meski sepatu ku bermerek namun tetap saja rasanya sama. Mungkin sedang dalam proses melepuh dan ternyata memang demikian setiap buku-buku kaki ku tumbuh benjol-benjol kecil berair dan sangat sakit jika terkena benda keras apalagi terkena air dingin.
Ketika sampai pertengahan jalan, kerongkongan ku benar-benar mulai terasa kering. Permen karet yang katanya dapat menghilangkan rasa haus pun tidak mampan lagi. Tiba-tiba mucul dari kejauhan sepasang suami istri dengan mengendarai sepeda motor merah. Sepertinya aku mengenali mereka dan ternyata itu Papa dan Mama ku. Mereka dapat terlihat dari kejauhan karena kami berjalan berlawanan arah.
Aku pun melirik dan mengatakan; "aku haus!!". Mama ku pun memberi segelas air kemasan meski itu dilarang karena takut ketahuan juri. Aku minum hampir dua gelas setengah. Kami pun telah berjalan hingga tengah kota. Kelelahan ku sudah sedikit berkurang. Aku berpikir mungkin kelelahan itu telah sampai ke telapak kaki ku yang sudah merasa kebal karena melepuh. Aku benar-benar merasa hanya kaki ku yang akan menghentikan perlombaan ku ditengah jalan. Tubuh ku stabil, tidak pusing dan rasa laperrr ku hilang karena mungkin angin sore sudah masuk. Namun kaki ku seperti menginjak sesuatu yang tebal dan berduri. Aku menahannya dengan sedikit tertawa melihat antusiasnya setiap regu yang melewati barisan kami. Dapat ku hitung ada dua belas regu yang mendahului kami. Aku pun melirik pemimpin regu, beliau tampaknya benar-benar sudah tidak kuat lagi melangkahkan kakinya. Beliau berjalan semakin lambat. Kami pun berdiri hampir sejajar padahal aku berada di barisan ketiga paling belakang.
Di seperdelapan perjalan, tanjakan ke lima yang kami daki. Benar-benar membuat napas ku hampir habis. Untung ada banyak masyarakat yang sedang menonton, berani sepi aku sudah minta berhenti saat itu. Tapi aku mencoba memikirkan hanya akan mendaki dua tanjakan lagi dan setelah itu finis. Yang selalu aku pikirkan adalah jika aku sampai di garis finis dan menikmati setiap kejadian lucu yang terjadi didalam perjalanan. Kaki ku memang sudah melepuh bahkan tak tahu lagi bagaimana kulit kaki ku jadinya. Aku terus berjalan dan terus berjalan, memperhatikan agar langkah ku tetap serentak sehingga barisan kami terlihat kompak. Aku berpikir ternyata hanya itu tugas ku. Menjaga agar kaki ku tetap serentak dan sejajar maka aku akan sampai digaris finis.
Kali ini benar-benar sampai pada tanjakan yang terakhir, aku masih dalam kondisi stabil seperti tadi. Namun terlihat pemimpin regu dan beberapa teman mama ku yang sudah mulai kelihatan memperlambat langkah mereka. Diam-diam aku memperhatikan memimpin, ada rasa was-was didalam hati karena tampaknya beliau sudah mulai memperlambat langkah dan sepertinya akan segera tumbang karena dehidrasi. Namun semangat itu terlalu membara untuk mencapai garis finis. Rasa malu sepertinya menjadi dorongan yang kuat untuk melangkahkan kaki meski sebenarnya mata itu telah dikelilingi oleh kunang-kunang dan akan hampir gelap. Bahkan jika ada satu tanjakan lagi maka kami selesai.
Barisan kami terus melangkah dengan serentak setelah melewati tanjakan yang terakhir. Suara sayup-sayup pemimpin kami mengumandakan semangat yang masih tersisa. Kami pun terus berjalan hingga belokan yang terakhir dan nampak dari kejauhan alun-alun kota. Kaki yang tadi begitu lelah, semangat yang tadi akan segera tumbang kembali mekar seketika. Bagaimana tidak barisan kami telah mencapai finis di menit yang ke lima puluh dua. Mungkin satu jam lewat lima puluh dua menit atau lebih itu tidak masalah bagi ku. Yang terpenting aku sampai di garis finis dengan selamat dan satu hal, aku tidak pingsan.
Itulah sepenggal cerita ku kemarin sewaktu berpartisipasi dalam lomba gerak jalan, menggantikan mama ku. Dapat dikatakan, perjalan hidup itu seperti mengikuti gerak jalan. Kadang sebelum melangkah kita sudah takut untuk memulai. Sering kelelahan hidup menghampiri kita. Dan pada kenyataannya hal yang kita pikir kelemahan merupakan kekuatan bagi kita, misalnya disaat ingin berhenti hanya karena rasa malu ditonton orang banyak saya terus berjalan. Hal tersebut juga dapat berlaku dalam keseharian kita. Seharusnya kelemahan kita menjadi motivator terbesar, seperti batu yang membantu kita melompat lebih jauh.
Hidup itu butuh perjuangan agar kita dapat menjadi manusia yang mampu memaksimalkan kekuatan yang Tuhan beri. Kita bukan pecundang yang akan berhenti ditengah jalan, kita adalah pemenang yang akan terus berjalan meski kekuatan ini hampir habis. Dan yang terpenting kita tidak pernah lupa diri bahwa untuk sampai ke garis finis kehidupan ini, kita butuh Tuhan dan juga orang-orang disekitar kita, baik dengan senyuman maupun mata yang sinis !!
KITA KUAT BERSAMA TUHAN ^^ JAH BLESS
***
KITA KUAT BERSAMA TUHAN ^^ JAH BLESS
***
Langganan:
Komentar (Atom)