Jujur, aku ingin memaki diriku sendiri, seperti; 'anjing kamu!'.. memaki hingga aku malu sendiri. Anjrett... tertipu lagi untuk kesekian kali. Dalam sekali jetek, aku tertipu lagi. Bego amat aku, sampai sudah segede ieee.. masih saja bego dalam urusan cinta. Sungguh amat idiot... huuufffttt, sungguh amarah ini seperti kepulan asap-asap rokok. Membludar seperti lekukan-lekukan awan jika sedang cerah diatas langit sana. Arrrgggg.. aku ingin teriak biar seantero dunia tahu aku bego. Tapi untuk apa. Sia-sia. Hanya mempermalukan diri sendiri. Haha.. seperti kata mama ku yang super jaim itu. Haaa.... aku hanya ingin kekesalanku terlampiaskan pada sesuatu.
Tapi dari moment 'ketahuan aku bego ini' aku semakin mengenal diriku sendiri. Aku semakin mengetahui kekurangan dan kelebihan ku sendiri. Aku yang awalnya kecut hati dan jauh dari yang namanya 'mencintai diri sendiri' kini mulai memikirkan untuk mulai serius dengan hidup ku sendiri tanpa melibatkan pihak asing. Aku yang dulunya sulit memikirkan diriku sendiri, (selain jika tentang mimpi-mimpiku)... kini seperti mendapatkan dorongan untuk membenahi diri yang penuh dengan harta yang tak mampu dihitung dengan mesin apa pun didunia.
Perlakuannya menyakitkan. Jika diingat kembali, seperti ingin menyumpahi dia hingga segera mendapatkan karma. Tapi untuk apa semua itu. Tuhan tidak buta. Ini juga bagian dari pilihan yang pernah aku ambil. Dia merupakan bagian dari selera ku. Ya, jika pura-pura tak tahu, sama saja seperti aku menghina selera atau pandangan ku akan sesuatu. Ini bukan diri ku. Aku selalu ingin menghargai apa pun itu, meski kadang aku memang keliru. Hehe.. aku sudah mengakuinya kok : ) dan dia akan terus menghantuiku dalam banyang-bayang yang aku sebut sebagai masa lalu. Tapi seperti maknanya, masalalu selalu ada dibelakang... tidak akan pernah maju selangkah pun jika kita berani berkata; maaf... kamu hanya masa lalu.
Besok selalu membawa hal baru. Seperti misteri yang sulit dipecahkan. Namun aku selalu percaya, selama hidup ku masih dibawa kendalinya Tuhan. Semua akan baik-baik saja. Buktinya kini, aku sudah mampu berdamai dengan diri ku sendiri, sudah bisa menerima kegagalan ku kali ini. Kali ini tidak perlu harus membuktikan siapa salah, siapa benar. Yang terpenting bagiku sekarang, aku benar-benar menemukan jati diri ku. Aku bahagia mengalaminya.
Ya.. mungkin kamu akan bangga dalam hati bahwa aku kehilangan kamu karena kamu yang memutuskan aku. Hehehe... ya mungkin, mungkin seperti itu. Namun ingat satu hal, tentang kamu itu hanya dalam konteks masa lalu dan hal ini tidak mengganggu ku sama sekali karena kamu bukan lagi prioritas ku kini.
Terima kasih telah membantu ku keluar dari hidup mu
Terima kasih juga karena kamu tidak begitu serius mencintai ku
Terima kasih lagi karena apabila kamu masih mempertahankan ku
Aku mungkin tidak akan seperti sekarang
Sekali lagi terima kasih telah menyadarkan aku
Bahwa kamu itu tidak sebegitu berartinya untuk diperjuangkan
Meski sakit karena sia-sia mempertahankan dan memperjuangkanmu dulu
Kini benar-benar lega karena aku sudah melepasmu dari hati
#singkatcurahanhatiku
Soe, 27 Juni 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar