Soe, 06 Juni 2014
Saya pernah membaca sebuah Firman Tuhan yang menuliskan tentang hal berpacaran, ayat itu terdapat didalam Yeremia 13:21. Berbunyi; "Apakah yang kaukatakan, apabila diangkat menjadi kepalamu orang-orang yang kauperlakukan sebagai pacar? Bukankah kesakitan akan menyergap engkau seperti halnya seorang perempuan yang melahirkan?".
Saya pernah membaca sebuah Firman Tuhan yang menuliskan tentang hal berpacaran, ayat itu terdapat didalam Yeremia 13:21. Berbunyi; "Apakah yang kaukatakan, apabila diangkat menjadi kepalamu orang-orang yang kauperlakukan sebagai pacar? Bukankah kesakitan akan menyergap engkau seperti halnya seorang perempuan yang melahirkan?".
Jika merenungkan Firman ini dan merefleksikannya dalam pengalaman hidup kita sebagai orang-orang muda, maka mungkin teman-teman yang membaca akan sependapat dengan saya bahwa Firman ini sangat benar. Dari pengalaman hidup, kita akan menemui banyak versi cerita tentang hubungan percintaan yang biasa kita sebut dengan berpacaran. Menurut saya berpacaran merupakan sebuah hubungan special antara dua orang anak manusia yang masih muda yang berbeda gender, yang saling mengasihi dan mau memiliki komitmen jangka panjang untuk masa depan. Berpacaran dikhususkan bagi seseorang yang sudah dikatakan dewasa, secara fisik maupun psikis. Namun pada zaman sekarang, anak-anak SD saja sudah mengenal berpacaran. Saya sungguh tidak mengerti dengan fenomena ini. Yang saya fikir, perkembangan zaman sudah mencemari makna sesungguhnya dari membangun hubungan special (dekat) atau yang biasa disebut 'pacaran'.
Berikut ada beberapa tips yang merupakan pengalaman hidup saya dalam membangun hubungan special:
1) Jangan pernah melupakan Tuhan dalam segala perencanaan. Beritahukanlah Tuhan tentang perasaanmu... Libatkan Tuhan dalam mengambil keputusan karena ini akan sangat membantumu kedepan. Jangan karena sedang susah saja, kamu mengingat Tuhan. Saat kamu bahagia, Tuhan menjadi nomer sekian.
2) Jangan pernah menilai seseorang hanya dari chassingnya saja. Kenalilah dia dengan baik selayaknya kamu juga ingin dikenal dan diterima. Sebab Tuhan mengajarkan kita untuk melihat seseorang bukan dari tampak luarnya melainkan dari hatinya.
3) Sebelum mengasihi orang lain, kasihilah dirimu sendiri. Karena dengan mengasihi diri sendiri akan membuka cakrawala berpikir kita tentang inti dari pada kebutuhan manusia pada umumnya. Bahwa setiap manusia itu memiliki hak sepenuhnya atas hidupnya, memiliki hak untuk dihargai, dikasihi dengan tulus, diterima, diberi perhatian dan pengertian, merasa menjadi manusia merdeka yang mampu menghasilkan karya bagi sesama. Hal ini juga membantu kita untuk terhindar dari sikap-sikap negatif, seperti egois dll.
4) Ketika kita mengasihi seseorang maka kita jangan hanya mengasihi satu orang itu saja. Ketahuilah bahwa sebelum kalian bertemu, ia juga memiliki kehidupannya sendiri. Ia pasti memiliki keluarga, sahabat dan mungkin mantan pacar. Penerimaan dan kasih yang tulus kita diuji disini. Apakah kita mampu menerima dia apa adanya. Untuk keluarga dan sahabatnya, jadikanlah mereka keluarga dan juga sahabatmu. Samakan rasa sayang itu juga kepada keluarga dan sahabatnya. Meski awalnya agak kaku, namun nikmatilah kebersamaan dan belajarlah dari mereka sebab terkadang ketika kita mendapatkan teman baru, kita akan mendapatkan banyak berkat. Bukan materi yang dimaksud melainkan berkat pengalaman hidup yang mampu menjadi pegangan bagi kita kedepan. Dan untuk mantan pacarnya, hemmm saya sih pernah cemburu dengan mantan pacar dari pacar saya, namun saya menyadari bahwa hal ini terlalu konyol. Saya pun mengubah alur berpikir saya bahwa setiap kita yang pernah berpacaran, pasti memiliki mantan pacar. Kita pun juga pasti memiliki kenangan indah sekaligus kenangan yang mungkin tidak ingin diingat lagi. Namun itulah pengertian dari masalalu bahwa, masalalu cukup berada dibelakang. Tidak perlu dibawa-bawa lagi dalam kehidupan yang baru.
5) Kehidupan nyata sangat berbeda dengan yang terjadi pada film-film romantis yang sering saya tonton. Diawal berpacaran, kita sering menemui keindahan bak melihat hasil foto pemandangan alam dari fotografer-fotografer profesional. Namun jika sudah lama hubungan itu berjalan, aslinya sering nampak. Pasti akan ada kekecewaan dan merasa kurang pas dalam hati. Namun kita akan bilang, hmmm sudah terlajur sayang makanya sulit untuk berpisah. Sobat, kehidupan nyata memang selalu jauh dari impian atau khayalan kita. Namun kita harus terus hidup, bertumbuh dan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari hari ke hari. Jika dalam membangun hubungan, biasanya si pria yang sering maju mundur membuat para wanita merasa kecewa, mengapa hari ini baik, mengapa besok tidak. ketahuilah bahwa diri kita sangat pantas untuk dihargai. Mungkin kita harus menghargai diri kita terlebih dahulu sebelum orang lain melakukanya. Cinta memiliki banyak rasa...bukan hanya ada romantis, indah dan manis. Rasa hampa pun sering terjadi dalam cinta. Itu pun sebenarnya menyadarkan kita untuk kembali mengingat diri kita sendiri bahwa kita sudah tidak lagi mengasihi diri kita sendiri. Mungkin kita terlalu terfokus pada si pria dan kita lupa segalanya. Semua perempuan mungkin merasakan hal yang sama. Karena dari sononya kita sudah diciptakan seperti ini. Namun ingatlah bahwa untuk mencintai pun tidak perlu harus memiliki. Pada akhirnya cinta akan menemukan tempat untuk berlabuh. Tenang-tenang saja... yang terpenting adalah ketika kamu mencintai seseorang, lakukanlah yang terbaik baginya. Itu saja sudah cukup untuk membuatmu merasa bahwa mengasihi (Mencintai) itu indah.
6) Berpikir sebelum bertindak harus ditanamkan didalam kepala otak kita jika ingin berpacaran. Mengapa? karena didalam berpacaran terlalu banyak peluang untuk melakukan kebaikan atau keburukan. Semua memang kembali kepada masing-masing pribadi namun jika tidak ada kewaspadaan, maka yang terjadi adalah keblablasan. Cobalah diskusikanlah tentang prinsip-prinsip hidup kalian yang bukan saja baik tetapi yang benar dimata Tuhan. karena jika tolak ukur berpikir kalian berdasarkan pemikiran Tuhan, maka akan sangat menolong pribadi masing-masing kalian untuk semakin mengasihi dalam Cinta yang benar dan bukan hanya kasmaran. Ingatlah bahwa asmara itu sangat berbeda dengan cinta. Pikirkanlah seribu langkah kedepan dan setiap akibat dari setiap keputusan yang kita ambil dan belajarlah dari pengalaman-pengalaman hidup orang lain yang telah mendahului kita dalam soal membangun hubungan berpacaran. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.
7) Ingatlah bahwa kita tidak ada dimuka bumi dengan sendirinya. Keluarga adalah bagian vital yang tidak akan mungkin dihapus dalam kehidupan kita. Seperti point nomer dua diatas, tidaklah mungkin jika kita mampu mengasihi orang lain tanpa mengasihi diri kita sendiri. Begitu pula keluarga kita, gunakanlah sebaik-baiknya kebersamaan dengan keluarga. karena suatu waktu kita akan membangun kehidupan sendiri bersama pasangan kita. Hargailah mereka agar kelak pasanganmu juga dapat menghargai keluargamu.
8) Cinta kadang menjadi semangat namun cenderung melemahkan kita. Jika kita menjadikan cinta adalah segalanya maka yang ada kita hanya akan dilemahkan. Maka jangan menjadikan cinta adalah segala. Bukalah matamu dan melihat bahwa dunia ini terlalu luas untuk ketahui. Galilah potensi diri, kejarlah mimpi-mimpi itu, selesaikan studi mu dan tentukanlah dibidang apa kamu ingin bekerja. Bangunlah dirimu seperti ini agar kelak para pria tidak memandang sebelah mata padamu.
Bersambung...
Berikut ada beberapa tips yang merupakan pengalaman hidup saya dalam membangun hubungan special:
1) Jangan pernah melupakan Tuhan dalam segala perencanaan. Beritahukanlah Tuhan tentang perasaanmu... Libatkan Tuhan dalam mengambil keputusan karena ini akan sangat membantumu kedepan. Jangan karena sedang susah saja, kamu mengingat Tuhan. Saat kamu bahagia, Tuhan menjadi nomer sekian.
2) Jangan pernah menilai seseorang hanya dari chassingnya saja. Kenalilah dia dengan baik selayaknya kamu juga ingin dikenal dan diterima. Sebab Tuhan mengajarkan kita untuk melihat seseorang bukan dari tampak luarnya melainkan dari hatinya.
3) Sebelum mengasihi orang lain, kasihilah dirimu sendiri. Karena dengan mengasihi diri sendiri akan membuka cakrawala berpikir kita tentang inti dari pada kebutuhan manusia pada umumnya. Bahwa setiap manusia itu memiliki hak sepenuhnya atas hidupnya, memiliki hak untuk dihargai, dikasihi dengan tulus, diterima, diberi perhatian dan pengertian, merasa menjadi manusia merdeka yang mampu menghasilkan karya bagi sesama. Hal ini juga membantu kita untuk terhindar dari sikap-sikap negatif, seperti egois dll.
4) Ketika kita mengasihi seseorang maka kita jangan hanya mengasihi satu orang itu saja. Ketahuilah bahwa sebelum kalian bertemu, ia juga memiliki kehidupannya sendiri. Ia pasti memiliki keluarga, sahabat dan mungkin mantan pacar. Penerimaan dan kasih yang tulus kita diuji disini. Apakah kita mampu menerima dia apa adanya. Untuk keluarga dan sahabatnya, jadikanlah mereka keluarga dan juga sahabatmu. Samakan rasa sayang itu juga kepada keluarga dan sahabatnya. Meski awalnya agak kaku, namun nikmatilah kebersamaan dan belajarlah dari mereka sebab terkadang ketika kita mendapatkan teman baru, kita akan mendapatkan banyak berkat. Bukan materi yang dimaksud melainkan berkat pengalaman hidup yang mampu menjadi pegangan bagi kita kedepan. Dan untuk mantan pacarnya, hemmm saya sih pernah cemburu dengan mantan pacar dari pacar saya, namun saya menyadari bahwa hal ini terlalu konyol. Saya pun mengubah alur berpikir saya bahwa setiap kita yang pernah berpacaran, pasti memiliki mantan pacar. Kita pun juga pasti memiliki kenangan indah sekaligus kenangan yang mungkin tidak ingin diingat lagi. Namun itulah pengertian dari masalalu bahwa, masalalu cukup berada dibelakang. Tidak perlu dibawa-bawa lagi dalam kehidupan yang baru.
5) Kehidupan nyata sangat berbeda dengan yang terjadi pada film-film romantis yang sering saya tonton. Diawal berpacaran, kita sering menemui keindahan bak melihat hasil foto pemandangan alam dari fotografer-fotografer profesional. Namun jika sudah lama hubungan itu berjalan, aslinya sering nampak. Pasti akan ada kekecewaan dan merasa kurang pas dalam hati. Namun kita akan bilang, hmmm sudah terlajur sayang makanya sulit untuk berpisah. Sobat, kehidupan nyata memang selalu jauh dari impian atau khayalan kita. Namun kita harus terus hidup, bertumbuh dan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari hari ke hari. Jika dalam membangun hubungan, biasanya si pria yang sering maju mundur membuat para wanita merasa kecewa, mengapa hari ini baik, mengapa besok tidak. ketahuilah bahwa diri kita sangat pantas untuk dihargai. Mungkin kita harus menghargai diri kita terlebih dahulu sebelum orang lain melakukanya. Cinta memiliki banyak rasa...bukan hanya ada romantis, indah dan manis. Rasa hampa pun sering terjadi dalam cinta. Itu pun sebenarnya menyadarkan kita untuk kembali mengingat diri kita sendiri bahwa kita sudah tidak lagi mengasihi diri kita sendiri. Mungkin kita terlalu terfokus pada si pria dan kita lupa segalanya. Semua perempuan mungkin merasakan hal yang sama. Karena dari sononya kita sudah diciptakan seperti ini. Namun ingatlah bahwa untuk mencintai pun tidak perlu harus memiliki. Pada akhirnya cinta akan menemukan tempat untuk berlabuh. Tenang-tenang saja... yang terpenting adalah ketika kamu mencintai seseorang, lakukanlah yang terbaik baginya. Itu saja sudah cukup untuk membuatmu merasa bahwa mengasihi (Mencintai) itu indah.
6) Berpikir sebelum bertindak harus ditanamkan didalam kepala otak kita jika ingin berpacaran. Mengapa? karena didalam berpacaran terlalu banyak peluang untuk melakukan kebaikan atau keburukan. Semua memang kembali kepada masing-masing pribadi namun jika tidak ada kewaspadaan, maka yang terjadi adalah keblablasan. Cobalah diskusikanlah tentang prinsip-prinsip hidup kalian yang bukan saja baik tetapi yang benar dimata Tuhan. karena jika tolak ukur berpikir kalian berdasarkan pemikiran Tuhan, maka akan sangat menolong pribadi masing-masing kalian untuk semakin mengasihi dalam Cinta yang benar dan bukan hanya kasmaran. Ingatlah bahwa asmara itu sangat berbeda dengan cinta. Pikirkanlah seribu langkah kedepan dan setiap akibat dari setiap keputusan yang kita ambil dan belajarlah dari pengalaman-pengalaman hidup orang lain yang telah mendahului kita dalam soal membangun hubungan berpacaran. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.
7) Ingatlah bahwa kita tidak ada dimuka bumi dengan sendirinya. Keluarga adalah bagian vital yang tidak akan mungkin dihapus dalam kehidupan kita. Seperti point nomer dua diatas, tidaklah mungkin jika kita mampu mengasihi orang lain tanpa mengasihi diri kita sendiri. Begitu pula keluarga kita, gunakanlah sebaik-baiknya kebersamaan dengan keluarga. karena suatu waktu kita akan membangun kehidupan sendiri bersama pasangan kita. Hargailah mereka agar kelak pasanganmu juga dapat menghargai keluargamu.
8) Cinta kadang menjadi semangat namun cenderung melemahkan kita. Jika kita menjadikan cinta adalah segalanya maka yang ada kita hanya akan dilemahkan. Maka jangan menjadikan cinta adalah segala. Bukalah matamu dan melihat bahwa dunia ini terlalu luas untuk ketahui. Galilah potensi diri, kejarlah mimpi-mimpi itu, selesaikan studi mu dan tentukanlah dibidang apa kamu ingin bekerja. Bangunlah dirimu seperti ini agar kelak para pria tidak memandang sebelah mata padamu.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar