Minggu, 29 Juni 2014

YANG TERAKHIR UNTUK MAJESTY

Soe, 29 Juni 2014

Aku menahan air mata saat merangkai kata ini
Hanya ingin menyimpan dengan cara yang mudah dikenang dengan baik
Hati ku sudah ikhlas menerima semua
Karena aku mengerti sebagian pedih ini milik ku

Terima Kasih telah membagi suka duka selama ini
Menyesal karena tidak ada hal yang bisa membuat ku tersenyum saat mengingat mu
Ini mungkin akan menjadi bumbu untuk melupakan mu selamanya
Semoga kau bahagia

Maaf beberapa barang mu aku simpan
Tak mungkin aku buang
Seperti kata mu
Pakailah sampai rusak

Sungguh aku menghapus air mata untuk kesekian kalinya untuk mu
Sudah cukup
Sudah saatnya aku membahagiakan diri ku
Semoga kamu juga


Kamis, 26 Juni 2014

KETAHUAN AKU BEGO

Jujur, aku ingin memaki diriku sendiri, seperti; 'anjing kamu!'.. memaki hingga aku malu sendiri. Anjrett... tertipu lagi untuk kesekian kali. Dalam sekali jetek, aku tertipu lagi. Bego amat aku, sampai sudah segede ieee.. masih saja bego dalam urusan cinta. Sungguh amat idiot... huuufffttt, sungguh amarah ini seperti kepulan asap-asap rokok. Membludar seperti lekukan-lekukan awan jika sedang cerah diatas langit sana. Arrrgggg.. aku ingin teriak biar seantero dunia tahu aku bego. Tapi untuk apa. Sia-sia. Hanya mempermalukan diri sendiri. Haha.. seperti kata mama ku yang super jaim itu. Haaa.... aku hanya ingin kekesalanku terlampiaskan pada sesuatu. 

Tapi dari moment 'ketahuan aku bego ini' aku semakin mengenal diriku sendiri. Aku semakin mengetahui kekurangan dan kelebihan ku sendiri. Aku yang awalnya kecut hati dan jauh dari yang namanya 'mencintai diri sendiri' kini mulai memikirkan untuk mulai serius dengan hidup ku sendiri tanpa melibatkan pihak asing. Aku yang dulunya sulit memikirkan diriku sendiri, (selain jika tentang mimpi-mimpiku)... kini seperti mendapatkan dorongan untuk membenahi diri yang penuh dengan harta yang tak mampu dihitung dengan mesin apa pun didunia.

Perlakuannya menyakitkan. Jika diingat kembali, seperti ingin menyumpahi dia hingga segera mendapatkan karma. Tapi untuk apa semua itu. Tuhan tidak buta. Ini juga bagian dari pilihan yang pernah aku ambil. Dia merupakan bagian dari selera ku. Ya, jika pura-pura tak tahu, sama saja seperti aku menghina selera atau pandangan ku akan sesuatu. Ini bukan diri ku. Aku selalu ingin menghargai apa pun itu, meski kadang aku memang keliru. Hehe.. aku sudah mengakuinya kok : ) dan dia akan terus menghantuiku dalam banyang-bayang yang aku sebut sebagai masa lalu. Tapi seperti maknanya, masalalu selalu ada dibelakang... tidak akan pernah maju selangkah pun jika kita berani berkata; maaf... kamu hanya masa lalu. 

Besok selalu membawa hal baru. Seperti misteri yang sulit dipecahkan. Namun aku selalu percaya, selama hidup ku masih dibawa kendalinya Tuhan. Semua akan baik-baik saja. Buktinya kini, aku sudah mampu berdamai dengan diri ku sendiri, sudah bisa menerima kegagalan ku kali ini. Kali ini tidak perlu harus membuktikan siapa salah, siapa benar. Yang terpenting bagiku sekarang, aku benar-benar menemukan jati diri ku. Aku bahagia mengalaminya. 

Ya.. mungkin kamu akan bangga dalam hati bahwa aku kehilangan kamu karena kamu yang memutuskan aku. Hehehe... ya mungkin, mungkin seperti itu. Namun ingat satu hal, tentang kamu itu hanya dalam konteks masa lalu dan hal ini tidak mengganggu ku sama sekali karena kamu bukan lagi prioritas ku kini. 

Terima kasih telah membantu ku keluar dari hidup mu
Terima kasih juga karena kamu tidak begitu serius mencintai ku
Terima kasih lagi karena apabila kamu masih mempertahankan ku
Aku mungkin tidak akan seperti sekarang

Sekali lagi terima kasih telah menyadarkan aku
Bahwa kamu itu tidak sebegitu berartinya untuk diperjuangkan
Meski sakit karena sia-sia mempertahankan dan memperjuangkanmu dulu
Kini benar-benar lega karena aku sudah melepasmu dari hati

#singkatcurahanhatiku
Soe, 27 Juni 2014







Jumat, 06 Juni 2014

TIPS MEMBANGUN HUBUNGAN CINTA

Soe, 06 Juni 2014

Saya pernah membaca sebuah Firman Tuhan yang menuliskan tentang hal berpacaran, ayat itu terdapat didalam Yeremia 13:21. Berbunyi; "Apakah yang kaukatakan, apabila diangkat menjadi kepalamu orang-orang yang kauperlakukan sebagai pacar? Bukankah kesakitan akan menyergap engkau seperti halnya seorang perempuan yang melahirkan?".
Jika merenungkan Firman ini dan merefleksikannya dalam pengalaman hidup kita sebagai orang-orang muda, maka mungkin teman-teman yang membaca akan sependapat dengan saya bahwa Firman ini sangat benar. Dari pengalaman hidup, kita akan menemui banyak versi cerita tentang hubungan percintaan yang biasa kita sebut dengan berpacaran. Menurut saya berpacaran merupakan sebuah hubungan special antara dua orang anak manusia yang masih muda yang berbeda gender, yang saling mengasihi dan mau memiliki komitmen jangka panjang untuk masa depan. Berpacaran dikhususkan bagi seseorang yang sudah dikatakan dewasa, secara fisik maupun psikis. Namun pada zaman sekarang, anak-anak SD saja sudah mengenal berpacaran. Saya sungguh tidak mengerti dengan fenomena ini. Yang saya fikir, perkembangan zaman sudah mencemari makna sesungguhnya dari membangun hubungan special (dekat) atau yang biasa disebut 'pacaran'.

Berikut ada beberapa tips yang merupakan pengalaman hidup saya dalam membangun hubungan special:



1) Jangan pernah melupakan Tuhan dalam segala perencanaan. Beritahukanlah Tuhan tentang perasaanmu... Libatkan Tuhan dalam mengambil keputusan karena ini akan sangat membantumu kedepan. Jangan karena sedang susah saja, kamu mengingat Tuhan. Saat kamu bahagia, Tuhan menjadi nomer sekian.

2) Jangan pernah menilai seseorang hanya dari chassingnya saja. Kenalilah dia dengan baik selayaknya kamu juga ingin dikenal dan diterima. Sebab Tuhan mengajarkan kita untuk melihat seseorang bukan dari tampak luarnya melainkan dari hatinya.

3) Sebelum mengasihi orang lain, kasihilah dirimu sendiri. Karena dengan mengasihi diri sendiri akan membuka cakrawala berpikir kita tentang inti dari pada kebutuhan manusia pada umumnya. Bahwa setiap manusia itu memiliki hak sepenuhnya atas hidupnya, memiliki hak untuk dihargai, dikasihi dengan tulus, diterima, diberi perhatian dan pengertian, merasa menjadi manusia merdeka yang mampu menghasilkan karya bagi sesama. Hal ini juga membantu kita untuk terhindar dari sikap-sikap negatif, seperti egois dll.

4) Ketika kita mengasihi seseorang maka kita jangan hanya mengasihi satu orang itu saja. Ketahuilah bahwa sebelum kalian bertemu, ia juga memiliki kehidupannya sendiri. Ia pasti memiliki keluarga, sahabat dan mungkin mantan pacar. Penerimaan dan kasih yang tulus kita diuji disini. Apakah kita mampu menerima dia apa adanya. Untuk keluarga dan sahabatnya, jadikanlah mereka keluarga dan juga sahabatmu. Samakan rasa sayang itu juga kepada keluarga dan sahabatnya. Meski awalnya agak kaku, namun nikmatilah kebersamaan dan belajarlah dari mereka sebab terkadang ketika kita mendapatkan teman baru, kita akan mendapatkan banyak berkat. Bukan materi yang dimaksud melainkan berkat pengalaman hidup yang mampu menjadi pegangan bagi kita kedepan. Dan untuk mantan pacarnya, hemmm saya sih pernah cemburu dengan mantan pacar dari pacar saya, namun saya menyadari bahwa hal ini terlalu konyol. Saya pun mengubah alur berpikir saya bahwa setiap kita yang pernah berpacaran, pasti memiliki mantan pacar. Kita pun juga pasti memiliki kenangan indah sekaligus kenangan yang mungkin tidak ingin diingat lagi. Namun itulah pengertian dari masalalu bahwa, masalalu cukup berada dibelakang. Tidak perlu dibawa-bawa lagi dalam kehidupan yang baru.

5) Kehidupan nyata sangat berbeda dengan yang terjadi pada film-film romantis yang sering saya tonton. Diawal berpacaran, kita sering menemui keindahan bak melihat hasil foto pemandangan alam dari fotografer-fotografer profesional. Namun jika sudah lama hubungan itu berjalan, aslinya sering nampak. Pasti akan ada kekecewaan dan merasa kurang pas dalam hati. Namun kita akan bilang, hmmm sudah terlajur sayang makanya sulit untuk berpisah. Sobat, kehidupan nyata memang selalu jauh dari impian atau khayalan kita. Namun kita harus terus hidup, bertumbuh dan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari hari ke hari. Jika dalam membangun hubungan, biasanya si pria yang sering maju mundur membuat para wanita merasa kecewa, mengapa hari ini baik, mengapa besok tidak. ketahuilah bahwa diri kita sangat pantas untuk dihargai. Mungkin kita harus menghargai diri kita terlebih dahulu sebelum orang lain melakukanya. Cinta memiliki banyak rasa...bukan hanya ada romantis, indah dan manis. Rasa hampa pun sering terjadi dalam cinta. Itu pun sebenarnya menyadarkan kita untuk kembali mengingat diri kita sendiri bahwa kita sudah tidak lagi mengasihi diri kita sendiri. Mungkin kita terlalu terfokus pada si pria dan kita lupa segalanya. Semua perempuan mungkin merasakan hal yang sama. Karena dari sononya kita sudah diciptakan seperti ini. Namun ingatlah bahwa untuk mencintai pun tidak perlu harus memiliki. Pada akhirnya cinta akan menemukan tempat untuk berlabuh. Tenang-tenang saja... yang terpenting adalah ketika kamu mencintai seseorang, lakukanlah yang terbaik baginya. Itu saja sudah cukup untuk membuatmu merasa bahwa mengasihi (Mencintai) itu indah.

6) Berpikir sebelum bertindak harus ditanamkan didalam kepala otak kita jika ingin berpacaran. Mengapa? karena didalam berpacaran terlalu banyak peluang untuk melakukan kebaikan atau keburukan. Semua memang kembali kepada masing-masing pribadi namun jika tidak ada kewaspadaan, maka yang terjadi adalah keblablasan. Cobalah diskusikanlah tentang prinsip-prinsip hidup kalian yang bukan saja baik tetapi yang benar dimata Tuhan. karena jika tolak ukur berpikir kalian berdasarkan pemikiran Tuhan, maka akan sangat menolong pribadi masing-masing kalian untuk semakin mengasihi dalam Cinta yang benar dan bukan hanya kasmaran. Ingatlah bahwa asmara itu sangat berbeda dengan cinta. Pikirkanlah seribu langkah kedepan dan setiap akibat dari setiap keputusan yang kita ambil dan belajarlah dari pengalaman-pengalaman hidup orang lain yang telah mendahului kita dalam soal membangun hubungan berpacaran. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.

7) Ingatlah bahwa kita tidak ada dimuka bumi dengan sendirinya. Keluarga adalah bagian vital yang tidak akan mungkin dihapus dalam kehidupan kita. Seperti point nomer dua diatas, tidaklah mungkin jika kita mampu mengasihi orang lain tanpa mengasihi diri kita sendiri. Begitu pula keluarga kita, gunakanlah sebaik-baiknya kebersamaan dengan keluarga. karena suatu waktu kita akan membangun kehidupan sendiri bersama pasangan kita. Hargailah mereka agar kelak pasanganmu juga dapat menghargai keluargamu. 


8) Cinta kadang menjadi semangat namun cenderung melemahkan kita. Jika kita menjadikan cinta adalah segalanya maka yang ada kita hanya akan dilemahkan. Maka jangan menjadikan cinta adalah segala. Bukalah matamu dan melihat bahwa dunia ini terlalu luas untuk ketahui. Galilah potensi diri, kejarlah mimpi-mimpi itu, selesaikan studi mu dan tentukanlah dibidang apa kamu ingin bekerja. Bangunlah dirimu seperti ini agar kelak para pria tidak memandang sebelah mata padamu. 

Bersambung...